Translate

Sunday, February 24, 2013

GO GREEN 2012 - 2013


PROGRAM GO-GREEN DAN PENILAIAN KEAKTIFAN

MAHASISWA BERORGANISASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GRESIK
FAKULTAS PERTANIAN - PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI
TAHUN 2012 - 2013

A. SUSUNAN KEPENGURUSAN :

# ORGANISASI PELAKSANA

Pelindung : Drs. Sarwo Edy,M. Pd
Penasehat : Ir. Hj. Diana Indriati, Msi
Pembimbing : Ir. Rahmad Jumadi, M.Kes
Penanggung Jawab : Muhammad Kurniawan R.
Ketua Pelaksana : Muhammad Chairul ( 12112018)
Sekretaris : Ainun N. Sari (12112026)
Bendahara : Agus Dwi R. (12112030)

********SieAcara : *******SIE PERLENGKPAN:
Koordinator : Bambang B. (12112035) Koordinator : Riska Nur K. (12112004)
Danar R.M (12112031) Dwi Sudrajat (12112019)
Deni Alvian S.K (12112020) N. Laillia R. (12112006)
Deby Chandra Setiawan (10112005) Arief Bakhtiar L. (12112028)
Misbahul Munir (10112004) Muhammad Solikin (12112024)
Bambang B. (12112035) Simak Endy S. (12112005)
M. Samsul Arifin (12112039) Qommarudin Shalih (11112002)
Fondra  (12112016) Ari Sundara (11112022)
Pamuji (12112001)
Faisal Abdul R. (12112021)
Ahmad Nadir (11112020)
Wanas Aprilia (11112021)
******SIE HUMAS: *****SIE KONSUMSI :
Koordinator : Prasetyo (12112025) Koordinator : A. Sukarno (12112034)
Molisa Wijining R. (12112022) Catur Putri W. (12112009)
Abdul Rohman (12112038) Kafi Vonco N. (12112032)
Ninwari (12112029) Siddiq yudi A. (12112007)
Novri Prasetya (12112011) Untung Priyanto (12112013)
Firdy Rahmana (12112008) M. Atok Illah (12112002)
Andik Yulianto (12112027) M. Febriansyah (11112007)
Emy Ervayanti (11112023) M. Irfan Wahyudi (11112018)
Bambang Danny (11112006) Wahyu Iman Rosyadi (11112010)
Ahmad Syaiful Aziz (11112024) Yuyun Muharofah (11112011)
*******SIE PUBDEKDOK: ******Sie KESEKRETARIATAN :
Koordinator : Teguh Syafrizal (12112003) Koordinator :Dwi Tutut A. (12112017)
Lusia Natalia (12112033) M. Findra Wahyudi (12112012)
Arif Suyanto (12112010) Saroni Hidayat (12112015)
Surya Nur Shahrul (12112036) Muhammad Khoiruddin (12112014)
Yoyok Ahmad Setiawan (12112023) Varen Elfridatin (11112015)
Ferry Setiawan (11112003) Birlawati  (11112005)
Ridho Prasetyo (11112001) Chinthia Hermawan (11112017)


DIHARAPKAN SETIAP SIE MENYERAHKAN PROGRAM KERJA MASING-MASING DAN BERTANGGUNG JAWAB
ATAS SIE-NYA MASING MASING.


B. PEMBAGIAN KELOMPOK


*******TIM A ********TIM B
Bambang B. Agus Dwi Rahmad
Denni Alvian Danar Riksatama M.
Dwi Tutut A. Moh. Samsul Arifin
M. Atok Illah Abdul Rohman
Molisa Wijining R. Fodra Wahyudi
Firdy Rahmana Pamuji
Riska Nur K. Faisal Abdul R.
Siddiq Yudi A Saroni Hidayat
Ahmad Sukarno M. Khoiruddin
Simak Endy Prasetyo
Dwi Sudrajad Ninwari
M. Solikin Andik Yulianto
Teguh Safrizal Catur Putri Wulandari
Lusia Natalia Kafi Vonco Nugroho
Novry Prasetya Arif Bakhtiar
Fidra Wahyudi Nur Lailia
M. Chairul Ainun Nawasari
Arif Suyanto Untung Prasetyo
Wanas Aprilia Surya Nur Sahrul
Varen Elfridatin Ahmad Nadir
Ahmad Syaiful Aziz Chintia Hermawan
Irfan Wahyudi Emy Ervayanti
Wahyu Iman Rosyadi Febriansyah
Qommarudin Shaleh Charisma Alimatus S.
Ari Sundara Bambang Danny A.
Ferry Setiawan Ridho Prasetyo




C. RENCANA & TEMPAT PELAKSANAAN


TIM A
SABTU KE-1 GO GREEN KE SMA SEMEN GRESIK
SABTU KE-2 GO GREEN KE SMA NEGERI 1 KEBOMAS
SABTU KE-3 GO GREEN KE SMA NU 02 GRESIK
SABTU KE-4 GO GREEN KE DESA JUTEK
SABTU KE-5 GO GREEN KE DESA AMBURAN
TIM B
SABTU KE-1 GO GREEN KE SMA NEGERI 1 GRESIK
SABTU KE-2 GO GREEN KE SMA NEGERI 1 MANYAR
SABTU KE-3 GO GREEN KE SMA DARUL ISLAM
SABTU KE-4 GO GREEN KE SMK NEGERI 1 DUDUK SAMPEYAN
SABTU KE-5 GO GREEN KE SMA NEGERI 1 CERME

Notes : Mengenai waktu dan tanggal pelaksanaan di informasikan menyusul.
Demikian informasi dari PANITIA, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

SALAM SUKSES
GO GREEN....!!!!

Friday, November 16, 2012

Pertanian Indonesia (Masih) Gagah

Generasi muda banyak yang meninggalkan usaha atau berusaha disektor pertanian. Berbagai alasan yang dikemukakan antara lain; menjadi petani menjadi orang miskin, bergelimang dalam kotornya lumpur, penghasilan hanya cukup sehari, dan sebagianya. Nampaknya hampir tidak ada harapan kemajuan.

Pemahaman seperti itu tentunya sangat berbahaya dan mencerminkan rasa pesimis yang tidak berguna. Masih banyak petani yang sangat berhasil dibidangnya. Walau mudah dihitung, namun eksistensi mereka banyak bisa dilihat di pasar. Bagaimana pertanian bisa ditinggalkan, jika manusia masih butuh makan. Dan perlu diketahui bahwa pertanian menyumbang 14,7 persen dari PDB serta 39,33 persen penduduk Indonesia bekerja di sektor pertanian ini.

Banyak yang tidak menduga saat Indonesia bahkan Asia dilanda krisis moneter yang berkepanjangan dan seluruh industri mengalami pertumbuhan yang negatif. Sektor pertanian ibarat pahlawan yang dengan gagah berhasil melakukan pertumbuhan yang positif bagi perekonomian bangsa.

Namun sungguh disayangkan, kepedulian terhadap sektor ini disepelekan oleh banyak hal diluar kewenangan petani atau penggerak sektor ini. Kebijakan pemerintah masih kurang memihak sektor ini. Boleh lihat sistem negara maju manapun, bahwa sektor pertanian ini menjadi landasan yang kuat bagi pengembangan industri disektor lainnya.

Tata niaga produk pertanian tidak mendapat pengaturan yang baik. Hingga tidak heran jika menemukan jeruk Mandarin jauh lebih murah dibanding jeruk Brastagi. Tidak sekali dua kali petani Brebes menyebar bawang hasil panen mereka ke jalan raya karena harganya terlalu rendah.

Saluran irigasi lahan persawahan yang terdiri saluran sekunder dan tersier tertutup oleh alih fungsi lahan menjadi pabrik ataupun perumahan. Sehingga menyebabkan ratusan hektar lahan sawah turun derajat menjadi sawah tadah hujan. Reformasi agraria yang sunyi tanpa bunyi merupakan fenomena saat ini. Mencetak jutaan hektar sawah baru belum tentu menjadi solusi.

Persaingan pedagang obat-obatan atau racun serangga bak jamur dimusim hujan. Berapa ratus batang pohon menjadi saksi bisu arogansi atau pamer keunggulan masing-masing produk. Bila tahu bahwa bahan aktif yang digunakan sama, kenapa tidak dipilih saja yang terbaik, termurah dan yang paling bertanggungjawab kepada lingkungan.

Terlepas dari permasalahan yang rumit tersebut, petani tetap saja bangga atas profesi yang dijalankan. Agar memperoleh penghasilan yang memadahi tentunya ada pemahaman yang bisa dipergunakan. Petani harus mulai masuk kedalam peningkatan level produknya. Dari sekedar menghasilkan komoditas (raw material) harus menghasilkan produk dengan level lebih tinggi.

Petani yang berhasil biasanya akan memproduksi sesuatu berdasar tingkat kepuasan konsumen. Produk bisa saja sama, namun dalam perlakuaan pasca panennya berbeda akan mendapatkan harga berbeda. Komoditas yang dihasilkan diperlakukan dengan pemilihan kualitas, kemasan yang menarik, dan sedikit promosi.

Nah, dengan melakukan sesuatu yang berbeda dan dengan hasil yang lebih bagus apakah masih perlu pesimis dengan prospek usaha di bidang pertanian. Ingat, jutaan bahkan sekian milyar manusia belum berhenti mengunyah produk pertanian. Mari ikut berkomitmen membangun pertanian Indonesia.
 
Sumber: http://pertaniansehat.com/read/2012/04/03/pertanian-masih-gagah.html

Tuesday, October 30, 2012

(Pertanian Ramah Lingkungan), PR baru bagi Mahasiswa



Pertanian ramah lingkungan sekarang memang telah menjadi topik yang sering kali digaungkan oleh para peneliti dan mahasiswa. Bahkan, tidak sedikit Mahasiswa kita yang “menyalahkan” petani yang (menurut mareka) tidak ramah.
Sikap Mahasiswa seperti ini tentu tidak sepenuhnya salah...
tapi tidak juga sepenuhnya benar.!
Sekedar berbagi pengalaman Baksos Idul Adha di Lamongan pada tanggal 25-26 kemarin,
ada beberapa keluhan petani ketika mahasiswa Agroteknologi  manyarankan untuk tidak membakar jerami& menggunakan pupuk organik, antara lain:

-    - Mereka hawatir jika jerami tidak dibakar, sisa hama dan penyakit sebelumnya malah justru menyerang tanaman yang mereka tanam.

-        - Jika menggunakan pupuk dari kotoran sapi, gulma yang tumbuh akan lebih cepat& rapat sehingga menambah tenaga dan biaya untuk penyiangan.

-      -  Serta jika menggunakan pupuk dari kotoran unggas, akan menimbulkan efek gatal di kaki, sehingga buruh tani banyak yang “sambat” dan enggan diajak bekerja disawah mereka.

Kalau kita mencermati pertimbangan petani tersebut, tentu ada  PR besar yang harus dikerjakan oleh Mahasiswa Agroteknologi. Bagaimana pertanian masalah-masalah tersebut dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya.
Mudah-mudahan PR ini dapat dijabarkan dalam bentuk Karya Tulis dan Bisa diikutsertakan dalam Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) atau Diikutkan dalam LOKTIMANAS (lomba karya tulis Mahasiswa Nasional) yang sebentar lagi diadakan oleh FKK-HIMAGRI
Selamat Berusaha..!!!
BRAVO HIMAGROTEK..!!!
PERTANIAN JAYAlah...!!!