Translate

Friday, September 21, 2012

Study lapang Ke Puslitkoka Jember, dan PG Jatiroto

Tantangan pembangunan pertanian dimasa sekarang ini antara lain, masalah peningkatan efisiensi dan produktivitas produk pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan (food security), keterkaitan dengan dunia industri, peningkatan nilai tambah produk pertanian, perluasan kesempatan kerja disektor pertanian, peningkatan kesejahteraan pengusaha pertanian, kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan biotek pertanian. Perubahan paradigma pertanian dari yang konsenvensional yang hanya menitikberatkan pada aspek budidaya kearah pertanian modern yang berbasis industri merupakan suatu keharusan guna meningkatkan nilai tambah, serta peningkatan daya saing produk pertanian.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa jurusan Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik pada tanggal 13-14 September 2012, menambah wawasan dengan mengunjungi Pusat Penelitian Kopi & Kakao Jember dan Pabrik Gula Jatiroto. dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka cakrawala berfikir mahasiswa Agroteknologi, khususnya dalam hal budidaya & pengolahan kopi, kakao, dan tebu.
Sambutan ADM Puslitkoka Jember

kunjungan ke kebun pembibitan

perjalanan

Wednesday, June 20, 2012

PGPR, Produk Hayati Sahabat Tanaman



PGPR merupakan agen pengendali hayati yang menjanjikan dapat menekan OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) di lapang.

PGPR adalah bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman, hidup secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.

Beberapa bakteri yang ada dalam PGPR : Bacillus subtilis, Psedomonas sp, Salmonella liquefaciens, Azotobakter sp.,Rhizoium

Manfaat PGPR :
Meningkatkan ketersediaan nutrisi bagi tanaman (biofertilizer), Memproduksi fitohormon (biostimulans), Menekan perkembangan penyakit (bioprotectant).

Substitusi fungsi pupuk buatan baik sebagian atau secara keseluruhan akan mengurangi biaya produksi degradasi lingkungan, sehingga berkelanjutan sistem petanian akan lebih terjamin, utamanya pada ekosistem tropika basah di Indonesia yang sangat rentan terhadap ketidaktepatan pengelolaan

Perlakuan PGPR pada Tanaman
Perlakuan pada benih :
Larutkan 250 cc PGPR kedalam 20 liter air bersih kemudian benih direndam selama 10 – 12 jam.

Perlakuan pada tanaman :
Untuk tanaman padi : Gunakan PGPR sebanyak 12 ml/liter pada 3hari sebelum tanam, 15 hst (hari setelah tanam), 30 hst dan 45 hst dengan cara disemprotkan dengan volume semprot rendah (boros/tidak berkabut).

Untuk tanaman hortikultura : Kocorkan PGPR sebanyak 12 ml/liter air setiap 7 – 10 hari sekali.

Untuk tanaman keras : Kocorkan PGPR sebanyak
17 ml/liter air setiap 1 bulan sekali.

Aplikasi dianjurkan pada sore hari setelah pukul 15.00 wib atau pada pagi pukul 09.00 wib.
untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi alamat email kami : himagro.umg@gmail.com