Translate

Showing posts with label galery. Show all posts
Showing posts with label galery. Show all posts

Wednesday, October 17, 2012

SAVE local FARMER di Hari Pangan Sedunia


Indonesia merupakan negara agraris, kaya akan keanekaragaman hayati yang mampu mendukung pemenuhan kebutuhan pangan. Indonesia memiliki 77 komoditas sumber karbohidrat, 26 jenis kacang-kacangan, 75 jenis sumber lemak. Namun ditangah kekayaan hayati yang melimpah, Indonesia masih harung mengimpor bahan pangan. Sepanjang tahun 2012 ini saja impor beras sudah mencapai 1,95 juta ton, jagung sebanyak 2 juta ton, kedelai 1,9 juta ton. Tentu sangat ironis, Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris masih mengandalkan impor dalam hal pemenuhan pangan.
Laporan FAO pada 2010 menyebutkan bahwa hampir 90% bencana kelaparan dunia berlangsung di Asia Pasifik dan Afrika. Walaupun Afrika mendapat perhatian khusus, bukan berarti Indonesia bebas dari ancaman krisis pangan. Tingginya jumlah penduduk, melemahnya pertanian nasional, mahalnya harga pangan, dan ketergantungan impor pangan yang besar berpotensi menjadi bom waktu. Masih segar dalam ingatan kita, ketika kelompok pengusaha tahu dan tempe melakukan aksi mogok produksi akibat melonjaknya harga bahan baku.
Tantangan disektor pertanian, terutama dalam hal pangan tentu akan semakin bertambah seiring dengan perkembangan zaman. Selain karena pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, alih fungsi lahan menjadi pemukiman, industri, dan komoditas non-pangan tentu akan semakin berimbas pada ketersediaan pangan.
Tingginya kebutuhan pangan di negara kita seharusnya masih bisa diimbangi dengan dengan diversifikasi pangan, yakni dengan mengkonsumsi singkong, sagu, ubi, dan beragam pangan lokal lainnya sebagai sumber karbohidrat.
Peringatan Hari Pangan Sedunia yang jatuk pada tanggal 16 Oktober seharusnya dapat dijadikan sebagai Momentum  pembulatan tekad, berperan aktif dan tanggap mengatasi masalah kedaulatan pangan. Kita semua sadar bahwa mewujudkan kedaulatan pangan tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dengan tekad serta kerjasama dan partisipasi semua pihak, kedaulatan pangan bukanlah sesuatu yang mustahil dicapai.

Friday, September 21, 2012

Study lapang Ke Puslitkoka Jember, dan PG Jatiroto

Tantangan pembangunan pertanian dimasa sekarang ini antara lain, masalah peningkatan efisiensi dan produktivitas produk pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan (food security), keterkaitan dengan dunia industri, peningkatan nilai tambah produk pertanian, perluasan kesempatan kerja disektor pertanian, peningkatan kesejahteraan pengusaha pertanian, kemajuan teknologi informasi, komunikasi dan biotek pertanian. Perubahan paradigma pertanian dari yang konsenvensional yang hanya menitikberatkan pada aspek budidaya kearah pertanian modern yang berbasis industri merupakan suatu keharusan guna meningkatkan nilai tambah, serta peningkatan daya saing produk pertanian.

Menyikapi hal tersebut, mahasiswa jurusan Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Gresik pada tanggal 13-14 September 2012, menambah wawasan dengan mengunjungi Pusat Penelitian Kopi & Kakao Jember dan Pabrik Gula Jatiroto. dengan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka cakrawala berfikir mahasiswa Agroteknologi, khususnya dalam hal budidaya & pengolahan kopi, kakao, dan tebu.
Sambutan ADM Puslitkoka Jember

kunjungan ke kebun pembibitan

perjalanan